Kementerian P2MI Blokir Lebih dari 7.000 Link Lowongan Kerja Luar Negeri Palsu

TopCareer.id – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengklaim sudah memblokir lebih dari 7.000 link lowongan kerja ke luar negeri palsu selama tahun 2026.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dalam konferensi pers bersama Badan Komunikasi RI di Jakarta, Senin (2/9/2026).
“Jadi setiap kali kami menemukan link yang kira-kira ee berpotensi seperti ini pasti kami adukan ke Komdigi dan selanjutnya KomDigi akan melakukan takedown,” kata Christina.
Menurutnya, temuan ini tidak lepas dari pengawasan unit patroli siber di Kementerian P2MI yang selalu memantau iklan-iklan lowongan kerja fiktif, yang sering dikemas dengan iming-iming yang menarik.
“Berangkat kerja ke luar negeri tidak perlu persiapan semua diurus gaji 1.000 dolar, nah sebetulnya ini juga masyarakat harus mewaspadai,” ujarnya.
Baca Juga: Wamen P2MI Ungkap 289 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Terbuka buat Pekerja RI
Christina menyebut, banyak tawaran-tawaran yang “terlalu mudah” semacam ini biasanya berujung pada kasus sindikat seperti di Myanmar atau Kamboja, seperti yang kerap diberitakan di media massa.
Ia menyebut, meski pemerintah sudah memblokir lebih dari 7.000 tautan lowongan kerja palsu, namun link serupa biasanya akan muncul keesokan harinya.
“Selama Januari sampai 31 Agustus. Link yang kami temukan itu ada sekitar 7.807 link. Tapi seperti teman-teman tahu ya, kayak judol juga kan satu apa, satu takedown, besok muncul lagi satu,” ujar Christina.
Maka dari itu, Christina pun menegaskan bahwa pengawasan siber terhadap lowongan kerja palsu harus dilakukan secara terus menerus.



